Showing posts with label Cerita gue. Show all posts
Showing posts with label Cerita gue. Show all posts

Wednesday, April 16, 2025

Sang Jumawa

Gue kemarin abis pijet plus nih dapat cewe orang bandung, behh, bahenol, gede semua, gue ajakin lagi keluar ngamar doi mau, minggu depan gue mau pergi lagi nanti.

Gue kemarin dapat rokok linting ganja nih dari senior, dapet 3 batang rokok lumayan buat ntar di kantor.

Eh kita pergi acara di rumah nasabah yuk, pengen mabok gue nih, udah lama juga ga minum.

Begitulah potret seorang mantan rekan kerja yang sampai saat ini masih bekerja karena belum ketahuan kenakalannya oleh sebuah perusahaan daerah ternama. Hobinya menjadi sang diktator dalam sebuah kelompok kecil yang di sebut "seksi". Menjadi penguasa sejak delapan tahun pada seksi dan bidang pekerjaan yang sama membuatnya dijuluki sang jumawa. Kenapa tidak, dikala yang lain semua mengalami  rotasi karena masa kerja yang cukup lama, doi tetap bertahan dengan hanya di rotasi di dalam sebuah seksi tersebut, namun akhirnya kembali lagi ke pekerjaan lamanya. 

Beberapa pemimpin selalu mengandalkannya dan takut kehilangan sosoknya karena tak tergantikan dan memegang beberapa rahasia yang hanya boleh diketahui oleh seksi tersebut dan pemimpin cabangnya. Sang jumawa tentu semakin besar kepala bahwa dia mendapatkan nilai tertinggi dalam penilaian KPI (Key Performance Indicator) yakni metode penilaian untuk mendapatkan bonus tahunan dalam sebuah perbankan. 

Berbekal modal cap anak mantan seorang pejabat perusahaan tersebut, sang jumawa sudah dikenal semua orang karena sang Ayah yang lebih dulu nyentrik dengan gaya dan tutur bahasa yang bagi beberapa orang dikenal agak kasar. Tak banyak juga atasan yang membenci sang jumawa karena pernah menaruh dendam pada sang ayah dulunya. Dengan modal yang mantap, sang jumawa beberapa kali diikutkan dalam agenda penting karena dianggap mampu dan bisa handle beberapa project sangat penting.

Namun dibalik itu semua, hanya segelintir orang yang mau dan bisa berteman dengan sang jumawa, selain faktor arogan dan diktator, sang jumawa tidak ingin bahwa dalam circle kerjanya ada yang lebih hebat dan baik dibandingkan dengan dirinya. Baginya tidak ada teman dalam kantor ini, siapapun yang melebihi dirinya berarti siap untuk berhadapan dengannya. Ghibah dan fitnah selalu keluar dari mulutnya apabila ada yang melebihinya dari segi apapun, punya uang lebih dianggap fraud, punya mobil bagus dicap fraud, punya handphone lebih bagus juga dianggap fraud. 

Sang jumawa tak pernah luput dari apapun hal terbaru, isu dan ghibah seputar kantor, seperti si A habis beli mobil baru dengan uang hasil kredit pegawai, si B membeli HP dengan menghabiskan uang bonus, atau si C berlibur ke luar kota dengan hasil pinjaman pegawai bahkan si D yang kemarin pergi ke mall dengan istri orang lain. Kemudian menceritakannya kembali ke semua rekan kantor dengan mendramatisasinya agar semua menjadi tertarik untuk mendengarkannya. Tak jarang hasil ceritanya ini membuat beberapa rekan kerja yang awalnya biasa saja menjadi membenci rekan kerja yang lain. Tidak cukup lingkungan kantornya saja namun merambah sampai ke kantor cabang yang lain dan pejabat di lingkungan kantor pusat.

Jika toxic waste hanya bersifat bahan kimia yang tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat merusak ekosistem lingkungan, maka ini dapat disebut dengan Nuclear Waste, karena tidak dapat dibuang sama sekali dan harus dimusnahkan. Mungkin itulah yang dapat dilakukan pada sang jumawa agar sebuah perusahaan tetap terjaga kebersihannya. 

Sampai saat ini sang jumawa masih bertengger pada seksi tersebut tanpa rotasi dan kembali menjadi penguasa serta diktator yang tak tergantikan, entah sampai kapan, mungkin sampai sebuah kenakalannya ter-expose dengan sendirinya ke perusahaan dan mendapatkan hukuman berat dari perusahaan nantinya.

Share:

Tuesday, October 17, 2017

Sahabat Kerja

"Eh rick, dia yang notabene dibenci di kantor ini aja pas resign yang nangisin banyak, apa kita nanti kalo suatu saat resign banyak yang nangis atau malah banyak yang senang karna kita udah ga disini lagi ya ?" Pertanyaan gue kepada erick sesaat setelah salah satu rekan kerja di kantor gue diputus kontraknya karena dia miss behave.

Kenapa gue bilang gitu ? karena dia adalah satu-satunya pegawai kontrak wanita yang berani banting kunci motornya dan laci meja kantornya saat ada tamu dari kantor pusat. Gue yang saat itu baru empat bulan jadi seorang HRD (Human Resources Development), sering dipusingkan dengan hal-hal yang kaya gini, rasanya juga pengen ikutan resign. Kalo udah ada masalah pegawai yang dipanggil, tetep HRD nya yang duluan kena marah, nggak ngasi arahan lah, nggak ngasi contoh yang baik lah, nggak pernah sosialisasi etika pegawai dan bla bla bla. Padahal balik lagi ke pegawainya, kalo emang dia miss behave ya begitulah dia, mau diceramahin seribu kali juga bakalan tetep gitu.

"Iya ya, kenapa malah pada nangis ya ? Padahal kemarin-kemarin mereka juga kepengennya itu orang keluar dari sini. Mudah-mudahan aja sih gil pada banyak yang nangis dan melukin gue sambil cium pas gue keluar nanti", jawab erick sambil senyum nyengir.

Erick emang agak perv sejak gue kenal saat pertama masuk kantor ini dan makin perv semenjak bersahabat dengan gue di lantai tiga gedung kantor. Gue seruangan hanya berdua sama erick, karena HRD dan ADK (Administrasi Kredit) tidak boleh membaur dengan karyawan lain dengan alasan "Independensi". Gue sih suka aja seruangan cuma berdua sama erick, karena kami bisa melakukan hal apa saja di ruangan ini, oke mungkin ini kedengaran agak mesum. Maksud gue disini, kadang kami gunjingin pegawai-pegawai yang sebenernya agak kurang layak kerja di bank, kerjanya lama, sampe yang gak bisa dibilang sama sekali.

Nah, temen gue si miss behave yang dikeluarin tadi juga udah gue omongin sama erick ini bakal dikeluarin, cuma dia gak percaya karena dia mencapai target katanya. Tapi bagi gue peraturan nomor satu di pekerjaan apapun itu attitude, biar kalian pinter, rajin, hebat, tapi kalo gak punya attitude kalian gak akan bisa jadi orang hebat. Gue jujur cuma klop sama beberapa orang di kantor, tapi nggak berarti gue benci yang lain, nah miss behave ini klop sama satu orang dan sisanya jadi musuh bagi dia. Tapi heran banget gue pas dia diberhentiin malah banyak yang nangis, yang gue tau akhirnya semua itu air mata buaya juga sih. Celakanya lagi saat temen gue nangis sampe sesegukan gue sama erick ngetawain dia di dalem ruangan saat semuanya lagi sedih.

"Gil, lo liat tu si Anu, nangisnya sesegukan gitu, sampe hek hek hek (suara sesegukan)", bisik erick.
"Pfffftttt..kampret lo, lagi sedih juga ini", jawab gue sambil nahan ketawa.
"Perhatiin tu mukanya lucu banget", seru erik lagi sambil nyolek paha gue.
"Hihihihi", cekikikan gue sambil ngeliat kebawah meja nggak mampu nahan ketawa.
"Gilang, ada yang mau disampaikan sebagai HRD ?", seru bos gue.
"Hah ?? Nggak ada pak, eh apa ya ? Oh iya, mungkin sukses aja diluar kantor ini semoga ketemu pekerjaan yang cocok ya", jawab gue sambil sesekali mandang muka temen gue yang sesegukan yang membuat gue pingin ketawa pecah banget.

Selesai perpisahan singkat tadi, gue sama erick naik ke ruangan gue di lantai tiga dan kami ketawa pecah banget gak tau kedengeran atau nggak sampe ke bawah, rasanya lega banget gue.
"Ntar kalo gue resign, lo jangan nangis gitu ya, malu sama brewok", seru gue.
"Ya nggak laah, paling gue ketawa-ketawa ntar lo resign, karena lo jadi pengangguran", jawabnya.
"Ahh kampret lo", seru gue lagi sambil ketawa-ketawa.

Pada akhirnya gue yang resign duluan mengubah mindset kalo resign itu gak perlu ditangisin, karena kalo emang itu temen kalian ya dia pasti nanyain kabar terus nanti, sementara yang ditangisi tadi belum tentu juga ditanyain terus kabarnya. Saat resign dulu, gue buat suasana happy dengan karaoke bareng sambil sewa penari striptease. Pinginnya sih gitu, cuma niatnya gue urungkan karena mahal banget, jadi acaranya cuma mereka bebas nyampein unek-unek atau kesalnya mereka saat gue masih jadi HRD nya mereka. Sampe saat ini walaupun resign dan dapat kerjaan lebih baik, gue gak pernah putus hubungan sama temen kantor lama, kadang cuti juga gue masih main ke kantor sekedar say hello atau nimbrung ngobrol sampe main futsal bareng sama rekan dan sahabat kerja dulu, karena hubungan baiklah yang mempermudah rezeki kita nanti.
Share:

Tuesday, October 10, 2017

Banker

Banker atau pekerja bank atau pegawai bank atau karyawan bank dan yang paling kasar disebut kuli berdasi adalah seseorang yang bekerja di sebuah perbankan entah apapun itu jabatannya, asal mereka bekerja di bank maka banker lah sebutan bagi mereka. Tidak terkecuali gue, sudah empat tahun gue berprofesi sebagai banker pada dua perbankan yang ada di Pontianak ini. Mungkin bagi mereka yang awam pekerjaan ini sangatlah keren karena kerjanya berdasi, rapi dan bersih, bekerja di ruangan yang dingin dan memiliki penghasilan yang tinggi. Maka tak jarang banyak sekali  dari mereka yang baru lulus kuliah yang mencoba peruntungan untuk bekerja di perbankan, tapi hal ini biasanya berbanding terbalik dengan ekspektasi yang mereka harapkan di atas, tak jarang mereka yang berposisi di marketing atau collector mengeluh dengan pekerjaan perbankan.  

Mostly, bekerja di luar kantor itu sudah biasa bagi mereka, berpanas, kehujanan ataupun dimarah balik sama nasabah yang berhutang. Lebih parah temen gue di acungi mandau saat pergi menagih seorang debitur ke sebuah desa, ya kerja di bank itu tidak selamanya enak, marketing adalah tulang punggung bank, tujuh puluh persen dari kerja mereka lah laba dihasilkan dan dari mereka lah perusahaan mampu membayar gaji untuk karyawan lain. Kerjaan yang sulit berbanding lurus dengan cepatnya naik pangkat atau di perbankan disebut dengan Grade, cepatnya naik grade maka cepat pula menempati sebuah jabatan, bayangkan saja seorang marketing apabila 3 tahun berturut-turut mencapai target bisa saja dia naik jabatan menjadi Supervisor, sementara posisi selain marketing seperti customer service atau teller harus menjadi marketing lagi untuk bisa naik grade tersebut. Namun apabila target mereka tidak tercapai maka posisi mereka bisa saja menjadi paling rentan dalam sebuah perbankan, pemecatan menjadi hal yang sangat lumrah pada posisi marketing ini.

Yak, begitulah kira-kira gambaran pada sebuah perbankan, tapi tidak hanya kerjaan penat ataupun target deadline saja yang ada di perbankan, hal-hal lucu juga sering banget terjadi di perbankan selaam 4 tahun gue menggeluti pekerjaan ini. Hal yang paling lucu menurut gue yaitu ketika kantor gue yang berdampingan dengan sebuah rumah warga yang berprofesi sebagai perawat, sore itu saat bank sudah tutup masuklah seorang warga yang berbahasa daerah dimana gue gak paham bahasa daerahnya tiba-tiba datang ke customer service mau minta suntik.

Ilustrasi dalam bahasa indonesia
"Pak, aku mau minta suntik", tanya sorang nasabah.
"Hah ?? di sebelah bu kalo mau suntik", jawab temen gue yang lagi bingung dengan laporannya, jadi dia nggak terlalu merhatiin apa pertanyaan ibu tersebut.
"Pak, bisakah aku minta suntik sekarang ? Soalnya aku ndak bisa minum obat KB", Seru nasabah tersebut menghampiri temen gue di teller.
"Hahh ??? Suntik KB bu ??? Ini bank ibu, bukan puskesmas, mana ada suntik KB disini", jawab temen gue bingung. 
"Bukannya ini tempat Pak Ahmad ya ? yang biasa orang mau suntik KB ?", tanya nya lagi.
"Ohh, bukan bu, ini bank, kalo rumahnya Pak Ahmad itu di sebelah bank ini bu", jelas teman gue.
"Ohh, iyalah pak, terima kasih ya", seru ibu tersebut. Setelah dia keluar pintu gue sekantor pun tertawa terbahak-bahak sampe keluar air mata.

Dosa sih kami mentertawai orang tua dan nasabah kami sendiri, tapi hal tersebut memang diluar perkiraan kami biasanya hanya ada orang yang bawa buku tabungan bank lain minta di printkan bukunya, atau nasabah Credit Union yang juga salah mengira kami, padahal tanda Bank kami sudah besar dan Neon Box berdiri di pinggir jalan juga besar tetapi beberapa nasabah malah masih mengira kami sebagai bank lain dan paling parah adalah sebagai rumah tempat suntik KB.
Share:

Monday, September 18, 2017

Apa Kesah ?

Cerita ini gue alami beberapa bulan terakhir semenjak ditugaskan jauh dari kampung halaman, kurang lebih lima ratus kilometer ke arah utara kota pontianak, yaitu Kabupaten Kapuas Hulu alias Putussibau. Gak punya basic daerah sana, atau keluarga dari arah sana dan belum pernah sekalipun berkunjung ke sana menjadikan gue buta akan bahasa maupun kehidupan di sana. panik gue kambuh, pikiran gue mengawang jauh berpikir Apakah di sana ada pemakan orang ? Apakah di sana ada yang jual makanan ? Gimana gue pulangnya nanti ? Gimana kalo gue nyasar ? Gimana kalo gak ada sinyal ? Ya, gue emang agak bego kalo panik.

Jantung berdebar, perasaan mau muntah dan sakit perut bercampur aduk di bandara pagi itu, mana terbangnya pake pesawat ATR baling-baling, tambah lagi hujan deras beserta angin kencang menambah debar jantung pagi itu. Untungnya pesawat di delay dari jam delapan pagi sampe jam satu siang setelah cuaca mulai aman baru berangkat. Setelah sampe dan berbulan-bulan bekerja di sini akhirnya gue paham sedikit-sedikit dengan bahasa maupun seluk beluk kota yang jauh dari ibu kota kalimantan barat ini. Singkat cerita penugasan baru dari kantor membuat gue harus paham dengan bahasa ibu setempat, yak Customer Service (CS). Posisi dimana orang mengeluh masalah perbankan mereka sampe mengeluh masalah pribadi alias curhat. Mentor gue dulu pada saat on job training mengharuskan kami yang baru saja menjejakkan kaki di kota ini harus bisa minimal sedikit-sedikit berbahasa setempat karena disini tidak semua orang bisa bahasa indonesia, jangankan berbahasa indonesia, berbahasa melayu ciri yang menjadikan ciri khas Kalimantan Barat saja banyak yang tidak bisa.

Alhasil gue harus banyak mendengar dulu dan lebih banyak diam saat pertama kali bertugas di sini, sangat aneh bagi sebuah Bank jika CS mereka diam dan tidak melakukan Cross Selling sebuah produk. Pada saat memperhatikan teman yang berasal dari daerah setempat membuka obrolan dengan nasabah, mengobrol dan menutup obrolan, gue hanya tergamam dan sama sekali nggak paham dengan apa isi obrolan mereka, begonya lagi gue juga nyatat diam-diam dalam handphone arti dari beberapa kata atau kalimat yang umum.

Setelah beberapa minggu OJT akhirnya gue dapat Jobdesc tersendiri dalam melayani nasabah baik pembukaan atau penutupan rekening, sampe menjelaskan prosedur pengajuan kredit. Nah, masalahnya nggak semua orang yang mudah untuk diajak ngobrol, terkadang beberapa nasabah judes yang maunya ditanyain terus kaya cewek lagi ngambek dan cowonya berusaha mencairkan suasana. Nah gue teringat pernah diajarin temen dulu kalo memulai obrolan sama orang biasain pake bahasa hulu dan dimulai dengan kata "apa kesah ?" Yang Artinya "ada apa ?" Atau "ada perlu apa ?" Dan orang akan langsung bercerita apa keperluan dia. Begonya gue cuma tau "apa kesah?" Tadi tanpa mengetahui banyak kosa kata yang ada di sini. 

Gara-gara "apa kesah" tadi laah gue bengong bego ngedengerin nasabah tadi cerita sepuluh menit dan gue cuma ngangguk sama senyum teramat bego, karena satupun gue gak paham apa yang diomongkan sang nasabah. Temen dan bos gue cuma ketawa-ketawa nggak ada yang nolongin dan gue dapat pengalaman yang paling berharga kalo emang gak punya banyak kosa kata daerah lain jangan mulai percakapan dengan bahasa daerah tersebut, karena orang lain dapat beranggapan kita adalah orang setempat dan fasih berbahasa mereka, alangkah hina gue saat itu.

Share:

Monday, August 28, 2017

Tersesat

"Mampusss, ini gue ada di mana sih ? Kok gak ketemu-ketemu jalannya ? Mampuss kalo gue gak bisa balik dan harus ngegembel di jakarta, apa kata orang tua gue nanti ?!!!

Begitulah isi pikiran gue saat gue harus pindah dari hotel menuju kost baru gue, maklum aja gue adalah tipe orang paling bego kalo urusan ngapalin jalan dan nama jalan. Bahkan gue di pontianak udah ratusan kali lewat jalan yang sama tapi gue masih gak tau apa nama jalannya. Entah udah terkontaminasi mecin yang terlalu banyak atau entah karena apa gue juga gak tau, yang pasti hal ini sampe kebawa ke jakarta.

Ceritanya 2 tahun yang lalu saat gue harus pindah ke kost yang hanya bisa dilalui jalan-jalan tikus berlika-liku, parahnya lagi sama satpam kantor, yang bantu gue pindahan cuma dikasi tau sekali aja. Ratusan kali lewat aja gue bisa nyasar, apalagi cuma sekali. Alhasil beneran banget, sesampainya di kos gue takut mau keluar, takutnya simple NYASAR & NGAPUNG DI KALI CILIWUNG. Yak, gue memang seperti punya penyakit yang keren disebut dengan OCD (Obsessive Compulsive Disorder) lebih simpelnya disebut Panik & Takut Berlebih, jadinya meemang takut buat keluar kost buat cari makan, takut nyasar, takut barang gue di kost ilang, takut gue di culik sama tante-tante sekitar dan di jadiin berondongnya. Oke yang terakhir gue mulai agak takut sendiri.

Tapi akhirnya setelah jam 3 gue beraniiin diri keluar dari kost dan jalan-jalan sendiri mengingat apa yang pak satpam kasi tadi, celakanya gak ada satupun yang gue ingat dari omongannya. Jadilah gue mutar-muter sendiri menemukan rute jalan dari kost menuju kantor dulu, setelah hampir 30 menit berjalan kaki muter-muter dari nemuin orang adu ayam di dekat kuburan sampe tempat pemancingan umum, gue melihat secercah harapan terang, gedung kantor gue kelihatan dan gue bisa ke sana.

Setelah makan di emperan samping kantor, gue rasanya pengen sujud syukur, makanan ini terasa nikmat didapat setelah muter-muter 30 menit. Tapi rasa pengen sujud syukur gue hilang, karena gue lupa jalan pulang tadi.

"Kampreeett, kenapa gue bisa lupa sih, padahal belum sampe 15 menit gue makan ini sate", keluh gue.

Akhirnya gue nyusurin satu per satu jalan tadi, dan akhirnya NYASAR LAGI !! Setelah hampir 30 menit juga, akhirnya gue nemuin dinding yang di cat logo ind**at gedee, nah lurus dari situ akhirnya gue nemuin sulaiman tower tempat di mana kos gue berada. Dengan kondisi badan yang mengenaskan, peluh dimana-mana, baju gue basah, kaki gue rasa kram jalan kaki 1 jam, betis gue rasa mau pecah, sariawan gue bengkak, dan ingus gue meler.

Setelah itu gue nyoba ngapalin jalan kantor-kos-kantor agar gak smpe 1 jam jalannya, karena kejadian itu juga bunda gue di kantor sampe bilang ke gue, 
"Ya, ampun gilaang, kamu tuh udah gede kan, gimana sih kok ngapalin jalan susah amat", seru dia sambil ketawa.
"Iya nih bun, bingung juga ngapalinnya, soalnya banyak lika-likunya sih", Jawab gue sedih.
"Iya bun, anterin dong si gilangnya, masa anak ente gak di anterin sih", seru mas Djarot sambil ngetawain juga.
dan gue pun ditertawain sama orang satu ruangan, hina banget rasanya saat itu.
Share:

Wednesday, August 16, 2017

Rumah Yang Jauh

"Gil, rumah lo jauh banget !!", seru seorang teman yang lagi ngeluh di perjalanan menuju rumah gue.
"Iya nih, kayanya daritadi gak nyampe-nyampe", tambah keluh dari seorang teman.
"Hahaha sabaar, 3 kilo lagi deh sampe", jawab gue dengan santai.
"Elaahh, kram nih bokong gue pake sepeda setengah jam lebih gak sampe-sampe", keluh teman gue makin menjadi.

Rencananya gue berempat sama temen gue, Yudha, Bayu, Untung dan Rian mau main kerumah gue untuk pertama kalinya. Yudha dan rian memang teman gue dari SD tapi mereka belum pernah ke rumah gue sama sekali. Bayu ini pemuda berlogat medok gak tau dari mana merupakan temen gue sejak SMP dan si Untung ini teman baru yang wajahnya agak panjang dan mirip kapten Usop di anime One Piece. Gue emang sering banget main kerumah mereka berempat, tapi mereka malah sama sekali gak pernah main kerumah gue. Wajar sih, karena gue juga gak mau bawa mereka ke rumah gue, waktu itu kita ke sekolah masih pake sepeda, dan rumah gue paling jauh dari mereka semua, jadinya habis deh gue di bully setiap ada hal yang berkaitan dengan jarak rumah. Sialnya lagi daerah tempat tinggal gue itu masih hutan dan sepi banget, semakin menambah kesan kalo gue itu titisan orang utan yang tinggal di daerah hutan. Terkadang kalo ada guru yang nanyain siapa di sini yang rumahnya jauh, dan biasanya ada yang teriak rumah gue, dan itu kampret.

"Brakkkkk","awwww", teriak temen gue si yudha sama rian.
"Hey kalian kenapa ?", teriak gue.
"Aww, berat banget lo yan, bangun donk cepat !!", teriak yudha yang barusan jatuh ditimpa rian dan sepedanya.
"Hahaha, nyaman lo rasain, makanya jadi orang jangan gendut2 banget", ejek bayu dan untung.
"Yaahh sobek dahh celana gue", keluh rian.
"Hahahaha yaudah pake sarung aja", ide bayu menanggapi.

Sekolah gue dulu mewajibkan semua anak cowok maupun cewek bawa alat solat, dan saat solat zuhur nanti semua di absen, kalo jarang solat nanti bakalan dihukum sama guru agama. Hukumannya variatif sih tapi biasanya nilai raport jadi sasaran, malu juga sih mata pelajaran agama nilainya rendah. Nilai agama gue sih sukurnya bisa dibilang baguslaah kisaran 5 gitu. 

Akhirnya si rian pun pake sarung dia buat nutupin celananya yang sobek sembari melanjutkan perjalanan ke rumah gue. Perjalanan masih menyisakan 15 Menit tapi kita semua udah kelelahan, gue juga baru-baru aja pergi ke sekolah pake sepeda, jadinya baru ngerasain kalo ternyata rumah gue itu lumayan jauh banget. Singkat cerita akhirnya kita semua sampe di rumah gue, untungnya gue udah bilang Ibu kalo teman-teman pada mau ke rumah, jadinya Ibu udah masakin kita mie rebus dan buatin kita minuman segar. Setelah mereka asik-asik main bola di depan rumah gue, sore pun tiba. 

Nah, saat udah mau pulang si rian lupa sama celananya yang sobek tadi, si doi malah asik mainan bola pake sarung. Akhirnya doi buka itu sarung di tengah lapangan depan rumah gue dengan santainya dan berjalan menuju rumah gue. Anehnya lagi doi gak nyadar kalo ditertawain sama semua anak kecil yang lagi main bola, tak terkecuali gue dan 3 orang lainnya. Setelah doi sadar ternyata celananya udah kebagi dua. IYA KEBAGI DUA ! PFFTTT Sobeknya semakin parah, dari atas retsleting bagian depan sampe ujung pantat dekat pinggang. 

"Eh yan, itu celananya buat gue ngepel lantai aja ya", seru gue sambil tawa cekikikan.
"Iya nih, tinggalin aja yan di sini, gak bisa dipake lagi itu sih", teriak yudha sambil ngakak.
"Kampreett kalian bukannya ngingetin kalo celana gue sobek parah gini", jawab rian.
"Coba kita gak ketawain ya tadi, pasti tetap pake sepeda dalam keadaan gini nih", tambah untung.

Akhirnya celana tersebut pun punah di rumah gue yang jauh ini dan dijadiin kain lap buat ngelap-ngelap sama Ibu gue, dan si Rian pulang pake sarung sama celana dalam dari rumah gue yang jauh ini dan menggunakan sepeda, gue berharap setelah kejadian itu pantat rian gak kenapa-kenapa.
Share:

Tuesday, August 8, 2017

Hidup adalah pilihan

Banyak sekali kita denger kalimat-kalimat orang diluar sana pada saat dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit untuk dipilih dan bahkan setelah dipilih malah menyulitkan dirinya sendiri. Ya, gue juga sangat sering mengalami hal seperti ini, entah dalam hal kerjaan, kehidupan sehari-hari, bahkan percintaan. Inilah gue sekarang, membuat keputusan yang paling sulit tapi harus gue jalanin, memutuskan hubungan dengan orang yang dulu paling gue sayang dan sudah gue jalani 5 tahun dalam suka maupun duka untuk orang yang gue anggap lebih baik dan pantas menemani hidup gue di masa depan. Berat ? Pasti ! Sulit ? Sudah Tentu ! Tapi inilah hidup, apapun yang lo pilih kedepannya kalian juga yang jalanin dan kalian juga yang akan ngerasain. Kehilangan teman karena berpisah dengan pasangan udah gue rasain, gak ada teman lama yang datang saat nikahan, aqiqahan bahkan jenguk saat lahiran juga gue rasain, tapi gak papa bagi gue orang lain hanya bisa berkomentar, mencaci maki, memberikan nasihat sebijak-bijaknya mereka, tapi itu semua kembali kepada hati nurani dan logika kalian masing-masing.

Sekarang gue lumayan bahagia dengan pilihan gue, kenapa gue bilang lumayan ? Pertama karena gue nyaris gak nyentuh satu tahun pacaran sama istri gue, jadi gue belum sepenuhnya paham untuk menjadi suami yang baik bagi dia, dan kedua gue juga belum sepenuhnya paham sama tingkat kematangan pikirannya saat menjalani masalah. Dilema selalu muncul saat terkadang pendapat kami tidak saling bertemu dan segelintir masalah dari yang kecil sampe yang lumayan besar menghantam.

Apakah pilihan gue tepat ? Atau pilihan gue ternyata salah ? Entahlah, setidaknya gue membuat pilihan gue sebagai laki-laki dan gue bertanggung jawab dengan hal tersebut.

Saat menulis tulisan ini gue sudah satu tahun lebih menikah dengan orang baru yang gue pilih dalam hidup gue dan sudah memiliki satu bayi lucu menggemaskan yang selalu menantikan kedatangan gue setiap dua minggu sekali. Ya, gue bukan tipe orang yang susah untuk move on, karena dasar pikiran gue logika bukan hati, jadi gak perlu lama bagi gue untuk menghilangkan rasa sama orang lain. Terdengar sangat kasar bagi orang yang selalu mengandalkan hatinya untuk berpikir tetapi tidak dengan logikanya

Karena posisi pekerjaan gue di luar kota dan hanya bisa pulang dua minggu sekali, hal ini menjadikan gue hanya ketemu bayi gue hari sabtu pagi sampe minggu sore, karena sorenya udah harus di perjalanan menuju luar kota tempat gue bekerja. Perasaan ingin berhenti itu sangat ada, kerja atau kuliah jauh dari orang tua kalian pasti udah biasa dan sangat mudah untuk diobati rasa kangennya. Tapi kalo kalian jauh dari rumah kecil (baca:suami/istri dan anak) kalian, itu rasanya seratus kali lipat lebih sakit. Gue bekerja pada salah satu BUMD yang ada di kota pontianak, gaji gue satu tahun sampe di angka sembilan digit dan gue pingin berhenti kerja karena gue gak bisa nahan rasa sakit kangen sama keluarga kecil gue, rumah gue dimana kebahagiaan yang dulu gue pilih dengan mengabaikan pilihan gue yang yang pertama. Tetapi, Konsekuensi gue berhenti kerja akan sangat banyak efeknya, otomatis gue harus cari kerja lagi dan gak mungkin perlu waktu sebentar bisa jadi satu sampe tiga bulan, terus kalo gue pengangguran kasian istri gue yang jadi beban harus menafkahi gue sama bayi gue, yang terakhir harusnya bayi gue bisa hidup sejahtera malah gak bisa karena gue gak kerja. Antara ketiga konsekuensi tadi lah mengurungkan niat gue (untuk sementara) berhenti kerja, karena saat ini gue lebih menanam modal gue untuk bisnis kedepannya.  

Nah, dari sini gue mendapat banyak sekali pelajaran berharga tentang pilihan dalam kehidupan, dimana terdapat pilihan yang mudah dibuat namun berdampak fatal dalam kehidupan atau pilihan sulit yang buat hidup kalian bahagia kedepannya. Intinya dalam membuat keputusan sinkronisasi antara logika dan hati kalian harus selaras memang beberapa hal akan terasa sangat tidak wajar jika tanpa logika dan sebaliknya akan terdengar sangat kasar jika tidak menggunakan hati, its just the matter of choice.

Share:

Thursday, July 31, 2014

Rumahku Istanaku

"Kita pindahnya kalo bisa abisin lebaran aja, biar cepat", seru Ibu gue.
"Iya, kalo bisa sekarang aja kali ya", ejek Ayah.
"Ngapain sih pindah ? kan di sini udah asik rumahnya, gimana kalo di sana nanti ada hantunya ? aku gak mau tidur sendiri, maunya sama abang", seru adik gue.
"Ya, terserahlah, mau pindah atau gak juga sama aja sih", seru gue.

Inilah yang hampir terjadi setiap hari di rumah, Ibu yang antusias banget pengen cepat pindah rumah karena rumah yang kami tempati ini sudah mulai tidak nyaman karena bangunannya mulai rapuh dan panasnya kebangetan. Entah efek global warming atau memang sirkulasi di rumah ini nggak bagus gue juga bingung, pas masa-masa kuliah dua tahun lalu gue masih bisa nyenyak tidur sampe jam satu siang, sekarang jam sembilan aja udah panas banget rumah ini. Ayah gue paling santai di rumah menanggapi antusias Ibu, "tunggu semuanya lengkap dan siap huni baru kita akan pindah", serunya.

Gue malah jadi orang yang kurang peduli dengan pindahan ini, memang ada rasa udah bosan dengan lingkungan saat ini, teman-teman kecil gue juga udah pada sibuk sendiri, tetangga lama udah pada mulai pindahan menyisakan tetangga baru yang kurang familiar. Tambah lagi kondisi rumah yang kalo diguyur hujan sedikit udah banjir, karena tetangga gue menutup dengan semen selokan samping rumah yang udah gue gali sendiri. Adik gue yang paling parno dengan pindahan ini, doi emang punya banyak teman yang masih tinggal di sini, jadinya kalo pindahan di sana susah buat ketemu sama teman-temannya. Tapi gak cuma itu aja, adik gue orang paling parno dengan hal-hal mistis, jadi gue pernah iseng-iseng ngomong kalo di rumah sana itu ada penunggunya dan dia suka lari-larian di lantai dua nya. Semakin menjadi lah parno adik gue untuk pindahan ke sana, dan dia inginnya sekamar dengan gue lagi, guenya yang males.

Bukan tanpa alasan sih gue ngomong kaya gitu, soalnya gue pernah denger ada yang lari di lantai dua, dan gue naik ternyata gak ada siapa-siapa. Sama kaya rumah lama gue ini, gue pernah pas kelas dua SD gak bisa tidur sampe jam satu malam. Sambil baca-baca buku komik doraemon kesayangan, gue mencoba memejamkan mata agar tidur, nah ternyata ada yang lari-larian di ruang tamu rumah gue dan bunyi seseorang banting pintu abis itu ngilang. Pertama gue kirain maling, tapi anehnya orang tua gue gak ada yang bangun sama sekali, pas gue cek keluar rumah ternyata gak ada siapa-siapa dan orang tua gue juga gak tau dengan kejadian itu. Semenjak itu gue takut untuk tidur larut malam. Tapi sampe sekarang untungnya gak pernah ada lagi kejadian kaya gitu.

Gue orang yag gak pernah masalah dengan mau pindah rumah atau nggak, memang rumah di sana lebih bagus dari rumah di sini dan butuh waktu dua tahun dengan cara nyicil membangunnya. Di sana juga gue dapat kamar sendiri dan ruangan lantai dua buat gue jadiin perpustakaan pribadi gue, halaman belakang yang cukup luas buat gue bikin gazebo dan kolam ikan untuk nyantai bareng teman-teman, dan yang paling penting menurut gue masih asri dan sejuk serta gak terlalu jauh dari jalan protokol Kota Pontianak.



"Yah, kalo bisa bulan agustus akhir kita udah pindah ya", bujuk ibu gue lagi.
"Semoga aja ya pagarnya selesai dan udah pada beres semua agar aman nanti", jawab ayah kalem.
"Kita cicil aja pindahannya dari sekarang, bawa peralatan makan dulu nanti baru barang yang gede-gede", seru ibu.
"Iya boleh juga", jawab ayah mantap.

Gue senang aja sih ngeliatin mereka semangat gitu, dari mulai nyari tanah, ngerencanain, sampe desain dan pemilihan warna cat masih sama kaya waktu pindahan pertama kali. Gue yang saat itu masih berumur empat tahun, ngeliat mereka masih sama semangatnya dengan sekarang. Harapan gue simpel, mudah-mudahan aja rasa semangat mereka gak pernah pudar meskipun rumah tempat kami berteduh itu rumah yang bagus ataupun jelek dan sesuai pepatah yang ada Rumahku Istanaku.
Share:

Sunday, July 20, 2014

Dasar Sempak

Set my soul on fire..Set my soul on fire.. 

Begitulah bunyi alarm gue pagi itu, bernada lagu blues milik Gugun Blues Shelter yang berjudul Set My Soul On Fire pada pagi yang dingin di kota jakarta. Hujan masih turun sejak tadi malam, berita banjir sudah bertebaran di seluruh media massa. Pagi yang sangat dingin dan gue harus bangun pagi-pagi untuk ngantor. Yak, betapa kampretnya, jam sudah menunjukkan pukul 07.30, sementara gue harus masuk pukul 08.00. Cobaan gue bertambah, gue panik, handphone gue lempar ke kasur yang betapa begonya ternyata pantulan handphone yang gue lempar jatoh ke lantai dan berhamburan.
"Aaargghh kamprett", jerit gue pagi itu kayak emak-emak yang lagi mau goreng ikan tapi ikannya dicuri oleh kucing. Gue ngedumel sembari memasukkan kembali baterai handphone gue yang berserakan di lantai.

Langsung bergegas mandi di pagi yang dingin itu membuat badan gue serasa menggigil, ternyata air yang keluar dari keran kamar mandi kos gue berasal dari air guyuran hujan. Jadinya bisa lo tebak sendiri, dua kali ayunan gayung dan tanpa sabun serta shampo gue langsung selesai mandi. Gue liat jam tangan gue udah tinggal 15 menit lagi jam 8, sementara jarak dari kos ke kantor itu kurang lebih 15 menit.
"Mampus, pasti telat gue kali ini", dalem hati gue berkata.
Secepat dan sebisa mungkin gue berpakaian rapi dan harus tampil semaksimal mungkin walopun terlambat, gue pinginnya pake pakaian acak-acakan aja ke kantor, seperti atasan piyama dan bawahan celana kain hitam. Jadi gue punya alasan ntar pas bos gue nanya "Gil, kenapa kamu telat ?"

"Maaf bu, pakaian saya habis semua, basah diguyur hujan bu", Alasan yang perfect, tapi gue urungkan karena ntar dikira gue mau pesta tidur sama direksi.

Bergegas lari keluar kamar dan langsung menuju kantor tanpa liat kiri kanan, untungnya gue udah hafal jalannya. Sampe kantor ternyata bener gue telat, semua orang udah pada doa pagi gue menyelinap sambil diam-diam ala ninja hatori dan ternyata sang OB yaitu mas yono menemukan gue di pantry lagi minum segelas air putih.

"Nah, mas gilang ya gak ikut doaa pagi", gap mas yono.
"Hehehe anu mas, saya telat, malu mau ikut doa, mending saya di pantry dulu deh, haus juga nih", jawab gue sambil cengengesan.
"Yah gapapa toh mas, ikut aja, gak ada yang ngelarang kok", tambah mas yono dengan logat jawanya.
"Nggak usah mas, mending disini dulu deh, sambil nemenin mas yon aja", jawab gue lagi.
"Yowes, aku mau pergi ambil kopi dulu mas, mas gilang mau gak ?", tanya yono.
"Boleh mas, item ya, jangan terlalu manis-manis", pinta gue
"Ya item toh mas, kalo merah itu teh Hahaha", jawabnya sambil ketawa.
"Bener sihh, kenapa elo yang pinter gue yang bego", jawab gue dalam hati.

Singkat cerita kopi yang dibuat mas yono ini pait, padahal gue mintanya gak terlalu manis, entah apa yang salah dengan otak mas yono pagi itu gue gak tau yang jelas tiba-tiba abis minum itu kopi gue ngerasa perut gue mules pake banget. Mungkin yono sang OB udah ngasi gue obat pencahar di dalam kopi itu, mungkin dia tau kalo gue sering curhat di recent update beberapa hari ini gue memang slit BAB.

Rasa sakit perut mengalahkan rasa malu buat pup di wc kantor yang notabene biasanya orang cuma cuci muka sama ngerapihin rambut. Singkat cerita selesai pup gue ngerasa ada yag aneh dari sempak gue, "Ini kok ada tulisannya di dalem ya, kok jaitan bagian dalemnya rapi bener", pikir gue.

Celakanya bego parsial gue kambuh dan gue telat nyadar, akhirnya setelah kurang lebih 5 menitan mandangin itu sempak gue tau kalo ternyata sempak yang gue pake itu kebalik, IYA KEBALIK ! Pantesan aja rasanya adem ayem selangkangan gue, biasanya jaitan sempak bagian dalem itu banyak benang-benang yang serabutan gitu, serabutan itu biasa bikin efek gatel. Dengan rasa bangga udah nemuin dimana letak kesalahannya dan dengan rasa bego gue gak nyadar kalo ternyata sempak yang gue pake itu kebalik, akhirnya sempak itu pun gue balik, berubah dari SIDE-A menjadi SIDE-B.

Semua berkat kopi item pait ala obat pencahar mas yono, kalo gak ada beliau, pasti gue pake sempak kebalik dari kost dan kembali ke kost pada malem hari. Terima Kasih mas Yono. #NP Syukur

Share:

Saturday, February 1, 2014

Homesick

"Anak mami lo gil, baru gini aja udah gak betah", ucap temen gue pas di jakarta kemarin.

Ya, gue kemarin sempat ke jakarta untuk urusan kerja selama kurang lebih 1 bulan, gak ada sanak keluarga dan ini pengalaman pertama gue ke jakarta. Cerita ini bermula saat gue baru keterima kerja dan harus OJT (On Job Training) di Jakarta. Gue panik mampus, gak pernah ke jakarta, bahkan gak pernah naik pesawat, gue takut, gimana kalo gue salah-salah di bandara dan gue sesat sehingga gak tau gimana harus pulang. Ya ternyata pikiran gue bego secara parsial kalo lagi panik, sehingga gak bisa mikir dengan wajar, untung aja pas di bandara gue gak ngacak-ngacak tempat sampah buat makan.

ITU GILA, KAMPRETTT !! BUKAN BEGO !! Bikin emosi aja nih. 

Nah semenjak gue diumumin pada hari jumat dan harus berangkat hari minggu pagi dari pontianak menuju jakarta, gue gak bisa tidur nyenyak, pikiran gue tetep mikirin gimana gue bisa hidup di jakarta, gue gak tau daerah sana, gimana kalo gue sesat dan muncul di koran jakarta dengan headline "Seorang anak yang berniat kerja, tersesat dan mengapung di kali ciliwung hanyut bersama sampah kota". 

Untung nyokap orang yang perhatian banget, jadi doi selalu bilang, "Kamu itu lulusan kuliah, bukan anak tk yang masih bego gak tau baca, kamu punya handphone yang bisa internet, punya laptop dan modem, kan bisa browsing, bego amat sih", dibilang gitu gue pengen ngacak-ngacak tong sampah buat makan.

Sakit rasanya, berasa seperti dicampakkan oleh nyokap sendiri.

Berbekal 1 Koper penuh dengan baju kerja dan beberapa helai baju kaos buat tidur dan jalan-jalan serta tak lupa selusin celana dalem. IYA, SATU LUSIN. Entah kenapa gue beli 1 Lusin celana dalem, pikiran gue panik kalo tiba-tiba hujan terus di jakarta dan gue kehabisan celana dalem karena gak kering-kering. Kebeulan juga, waktu itu celana dalem lagi diskon 50% sehingga gue kalap buat beli. Setelah semua sudah rapi di dalam koper, pamit di bandara merupakan hal yang sangat sulit buat gue. Karena gue bakal pergi ninggalin keluarga gue di pontianak untuk merantau ke daerah yang belum pernah gue kunjungi. Nyokap adalah tipe orang yang lebay, jadi doi berkaca-kaca matanya saat gue mau masuk gate bandara. Gue juga berkaca-kaca sembari memeluk nyokap gue. Pertama gue kirain nyokap sedih karena gue pergi, belakangan gue tau kalo doi sedih karena udah ngasi duit terlalu banyak sama gue.

Sampe di jakarta gue memang bingung gimana keluar dari terminal bandara dan gimana caranya nyari taksi, sampe akhirnya gue ngikutin bapak-bapak yang begonya sampe toilet gue juga ngikut, saking gue takut kehilangan itu bapak-bapak. Untung aja bapak-bapak itu nyangkanya gue bukan orang jahat yang bakal nyulik dia dan minta tebusan, padahal gue bisa aja buat kostum dari selusin sempak yang gue beli dengan diskon 50%, tapi gue urungkan niat tersebut demi gue keluar dari bandara.

Begitu keluar dan dapat taksi, gue langsung tenang, karna supir taksi pasti tau hotel tempat gue bakal nginap. Ternyata nasib berkata lain, handphone gue yang awalnya smartphone berubah jadi dumbphone, entah karena gak ada sinyal atau gimana, maps di handphone mendadak gak gerak. Cari lokasi hotel tempat gue nginap juga gak ketemu, gue emang udah searching kalo hotel itu di daerah dukuh patra, kuningan. Apesnya lagi supir taksi yang gue tumpangi ini baru 2 tahun nyupir, jadi gak terlalu hafal daerah jakarta selatan. 

"Mampus, ini gimana jelasinnya sama supir ini, bisa-bisa uang bekal gue di jakarta bakal habis dengan naas di dalam taksi nih", pikir dalam hati gue.

Akhirnya setelah muter-muter gak jelas di daerah patra kuningan, hotel tempat gue menginap pun muncul dengan indah dan argo taksi pun udah bengkak kayak jerawat batu yang nempel di mulut eli sugigi, eh itu gigi ya, maaf salah, lagi liat doi nih di tv. Setelah bayar akhirnya gue lega udah sampe kamar, sekarang gue malah bingung gimana mau cari makan. Gue tipe orang yang gak mau ribet harus naik ojek atau kendaraan lagi, seelah jalan kaki di sekitaran hotel ternyata gak ada tempat makan, akhirnya gue naik ojek juga.

Setelah semua beres, gue mulai terbiasa dengan kehidupan jakarta yang super duper sibuk. bisa dibilang aktifitas orang jakarta itu 10x lebih sibuk dari pontianak. Gue juga gak kesepian di sana, selain ada teman kuliah yang lagi cari kerja di sana, yang bakalan nemenin gue jalan-jalan saat weekend. Gue juga nemuin sepotong keluarga kecil yang ada di jakarta, bukan keluarga asli tapi mereka memperlakukan gue udah seperti keluarga gue sendiri. Tapi tetep aja gue merasa kangen sama keluarga gue di pontianak, saat weekend terakhir bareng temen gue di jakarta, gue curhat kalo gue selalu kangen sama rumah, gue kangen orang tua gue, gue kangen sama kondisi kabut asap, panas dan berdebunya pontianak.

Temen gue malah ketawa cekikikan sambil bilang, "Lo itu anak laki-laki, baru aja sebulan udah kangen begituan, gue udah 3 bulan gak pulang, gak separah lo kangennya"

"Emang lo di sini tinggal di mana ?", gue tanya.

"Di rumah kakak gue", jawabnya.

"Pantesan aja lo gak kangen sama rumah, ya keluarga lo ada di sini, setidaknya kepingan kecilnya ada di sini lah, nah gue kan sebatang kara di sini", gue sewot.

Keluarga sekarang sangat berarti bagi gue, apalagi saat orang tua gue udah semakin berumur, gue gak mau terlalu cepat untuk kehilangan mereka, sebisa mungkin gue harus bisa selalu ada waktu untuk mereka. Hal ini juga mempengaruhi filosofi gue tentang rumah, gak sebatas tempat berteduh, tidur dan makan, tapi disanalah ada sesuatu yang disebut keluarga. Jadi, seberapa jauhpun gue melangkah keluar dari rumah, gue selalu tetap merasa Homesick, karna rumahlah tempat gue akan berpulang.


Share:

Friday, October 4, 2013

World Animal Day

Selamat Pagi Mojooo dan Bubu . . .
Ini tanggal 4 Oktober, kalian tau hari ini hari apa ? Ini hari kalian . . .
Selamat hari hewan sedunia . . .Happy World Animal Day . . .
Terima kasih udah bawa keceriaan di dalam rumah dan hidup gue ^^

Yak, itulah kalimat awal yang harus gue katakan pagi ini pada kedua hewan peliharaan yang udah bertahun-tahun ada di rumah gue. Well, mojo dan bubu itu kucing kampungan yang malang melintang tidur, eek, makan, minum dan pipis di rumah gue. Gue sayang banget sama mereka, seolah-olah kayak adek gue sendiri. Mereka juga dibebaskan di dalam rumah asal nggak ngerampok di meja makan dan nge-bom sembarangan. Mereka juga bebas tiduran di kamar gue, kadang menginvasi tidur gue dengan cara tidur juga di bantal sebelah muka gue. Tapi hal tersebut gak pernah bikin gue marah, malahan gue peluk aja langsung sambil tidur.


Gak ada alasan lain selain karena ini 4 Oktober, dimana semua orang secara internasional merayakan hari hewan sedunia (World Animal Day). Singkatnya WAD ini pertama kali dilangsungkan oleh perkumpulan ekolog pada tahun 1931 tepatnya di Florence, Italia, dan semenjak itu setiap tahunnya pada tanggal 4 Oktober selalu dilangsungkan WAD ini di seluruh dunia, bahkan beberapa negara mengadakan festival untuk hewan-hewan peliharaan mereka. Wiki

Tetapi gue agak miris dan kasian kalo di jalan nemuin hewan yang masih disiksa buat cari duit, contohnya adu ayam, adu ikan cupang dan yang terakhir topeng monyet. Fuck man, you gotta be kidding me ! Di era seperti ini siapa juga yang masih suka ketawa kalo nonton topeng monyet ? Yang lo ketawain itu binatang yang lagi disiksa buat nyari duit sama pemiliknya, gue pernah baca artikel kalo ternyata banyak monyet/simpanse yang meninggal gara-gara stres dijadiin topeng monyet. Kekerasan dalam pengajaran yang dilakukan sama si yang punya monyet ini, pertama monyet disuruh naik motor, kalo gak bisa di cambuk lah, di pukul lah, kalo bisa baru dikasi makan. For God Sake ! Stop Torturing Animal ! Jangan karna uang lalu kita harus nyiksa binatang, gue rasa masih banyak cara lain buat nyari duit di luar sana dan gak perlu nyiksa binatang. 

Semoga aja sih, segala penyiksaan binatang seperti topeng monyet dan adu-adu binatang ini nggak pada kita lakuin, ingat karma dan tuhan deh, ntar kalo udah mati, mau lo di adu gitu sama tuhan di akhirat nanti ?

Yah, sekian aja deh postingan gue kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, maaf kalo kata-kata gue banyak yang salah. Sekali lagi Selamat Hari Hewan Sedunia, semoga kalian semua hewan di dunia tetap menjadi pemanis dalam kehidupan di bumi ini, selalu membawakan kebahagian dan keceriaan dalam setiap kehidupan manusia.

Ini kucing gue Bubu, usianya udah 6 tahunan ^^

Ini Kucing gue Mojo, udah 2 tahunan umurnya ^^
Salam Kinalova ^^
Share:

Friday, January 25, 2013

Metamorfosa Blogging

Hello guys, gimana kabarnya hari ini ? Sehat ? Baguuss.
Udah bisa move on yaa sekarang ? Baguuuss itu, makanya rajin-rajin nonton cherrybelle sama JKT48 biar cepet move on yaa :3

Iklan layanan masyarakat absurd di atas jangan diikutin yaah ! Oke Fokus !!

Metamorfosa, bagi yang belum tau, bukannya sok tau tapi mau ngasi penjelasan aja sih, pasti kalian sering dengar kata metamorfosa pada buku biologi dan pelajaran mengenai kupu-kupu yang bermetamorfosis dari tahap ulat yang begitu jijiknya kita melihatnya berubah menjadi makhluk hidup indah yang disebut dengan kupu-kupu. Metamorfosa sendiri berarti perubahan, gak juga berarti perubahan dari ulat menjadi kupu-kupu aja kok, dalam hidup kita juga banyak terjadi metamorfosa baik secara fisik yakni kita tumbuh dari kecil jadi gede, ataupun metamorfosa dari sikap dan pendewasaan kita. Awalnya gak paham apa arti cinta itu, pas gede udah mulai bisa jatuh cinta, walaupun cinta kita sering ditolak sama calon gebetan #jleb. Dulunya masih kecil gak pernah mikirin lain selain "Besok kita main apa ya" sekarang udah mikirin "Gimana hidup gue ke depan nanti, kuliah di mana nanti", "Anak istri besok makan apa ??!! "OKE ! ini semacam sinetron rating rendah!. Yak itu bisa dibilang sebagai metamorfosa dalam hidup, perubahan-perubahan yang pasti akan terjadi dalam hidup kita, yang mau gak mau harus kita terima dan lakuin demi kebaikan dan keindahan pada akhir dari tahap metamorfosa kita, seperti halnya kupu-kupu.

Contoh Metamorfosa Kupu-Kupu
Begitu juga dalam dunia blogging, banyak perubahan atau metamorfosa terjadi dalam blog pribadi kita sendiri, dari coba-coba template baru, nambahin comment box, nambahin followers, atau malah gonta-ganti header, ternyata template jadi rusak, kesal sendiri, akhirnya balik lagi ke template normal. Metamorfosa ini juga yang terjadi pada pribadi gue, di mana awalnya buat blog yang penting bagus dan ramai visitornya, isinya sih gak penting lah, comot aja dari sana-sini yang terpenting visitor tiap hari nambah banyak. Kurang lebih bulan september tahun yang lalu  buat blog dengan nama http://se7en-rigilz.blogspot.com/ isinya simple, banyakin postingan untuk download game dan walaa, visitor pun berdatangan tiap hari untuk download game di blog tersebut. Hal ini terus-terusan gue lakuin dengan menambah jumlah koleksi game di blog tersebut, dan sampai saat ini visitornya udah nyampe 11 ribu lebih. 

Di satu sisi gue merasa puas karena visitornya nambah terus, tapi di satu sisi gue merasa itu bukan hasil karya gue, isinya satupun gak ada hasil karya orisinil pribadi, semuanya hasil nyomot-nyomot dari blog bahkan situs-situs terkenal. Akhirnya karena merasa strange sendiri, gue memutuskan untuk membuat baru blog dan melupakan blog yang lama, atas pemikiran itu lahirlah blog ini dimana isinya murni dan 100%  bisa dijamin ini hasil karya dan hasil buah pemikiran sendiri. Memang postingannya jarang dan visitornya jauh lebih sedikit dari blog lama, tapi gue puas, apa yang ingin gue share sama teman-teman semua udah banyak dituangkan dalam bentuk tulisan dan hasil karya dalam bidang fotografi bisa di share juga di sini.

Intinya gak ada copas dari manapun, walopun cerita yang di share ini kadang laku kadang kagak, tapi gak papa, suatu saat nanti gue bisa bernostalgia mengenang apa yang udah pernah diceritain di sini. Mungkin apa yang telah gue lakuin ini ada juga temen-temen blogger lainnya lakuin, menyambung dari postingan Perubahan itu Perlu banyak komentar dan masukkan baik dari teman-teman semua, dimana perubahan bukan untuk dilawan, tetapi diikuti dan diarahkan agar perubahan tersebut bisa membawa kita kepada hal yang baik, bukan malah sebaliknya. Sedih juga liat teman-teman blogger yang isi postingannya ternyata meng-copy-paste isi dari blogger terkenal, dan akhirnya dihakimi massa dari blogger lainnya, sama halnya dengan pribahasa ini "Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga" karena sekecil apapun kesalahan yang kita buat, akan lebih mudah diingat daripada kebaikan yang telah kita buat.

Semoga saja, blogger indonesia semakin berkembang, baik dalam segi ARTWORK, PHOTOGRAPHY, STORY dan lain-lain, dan yang copy-paste semakin sedikit.

Maju Terus Blogger Indonesia !!!
Hak Hak Hak !!! :3

Share:

Wednesday, January 16, 2013

It's not Sunday, It's Free-Day

Hello guys, whats up dude ~ Oke ! sedikit norak, jadi hentikan saja.
Hai, teman-teman blogger semua, gimana kabarnya ? Sehat ? Sukurlah, yang sakit semoga cepat sembuh dan yang MASIH belum bisa MOVE ON, semoga cepat move on yah :)) udah 2013 loh ini :P

Oke, kalian pernah gak ngalamin dimana hari kalian serasa sangat menyenangkan banget ketika tau temen kalian ada yang ulang tahun di hari tersebut. Apa yang terpikir dalam benak kalian ? OKE ! gue bisa nebak, gue memang bukan ponakan apalagi anaknya mama loreng, gue bisa nebak karena itu ada di dalam pikiran kita semua, apalagi yang bermental #GERATISAN #MAHASISWA #ANAKKOST. Yak, Makan geratis saat teman ulang tahun itu serasa OASIS di padang sahara men. Apalagi tanggal tua, kalian bisa ditraktir temen ulang taun makan, apalagi makan di restoran terkenal men, lama-lama men juga gue nih.
Makanya ada pepatah yang mengatakan bahwa "Bertemanlah kalian sebanyak-banyaknya dengan teman yang ulang tahunnya berbeda" Pepatah Brengsek ini memang nggak salah, andai aja kalian punya 365 temen berbeda, kalian pasti bisa ditraktir ulang tahun tiap hari, ya kalo memang bisa dilakuin alangkah sempurnanya hidup Geratisan kalian. Nah ini yang terjadi sama gue hari minggu kemarin, tepatnya tanggal 13 Januari 2013, angka yang lumayan cantik 13-01-13, dan mungkin juga hari keberuntungan gue. Hari ini, gue bangun amat sangat kesiangan, karena begadang nungguin bola sambil maen game online, jadinya tidur pas udah subuh. Bangunnya udah jam 12-an siang gitu, ditelpon sama temen disuruh ke kampus jam 1 nanti ada kerja kelompok. Daripada dipecat dari kelompok, mendingan langsung bergegas mandi dan makan.

Sesampainya di kampus, ternyata mereka bukan ngerjain tugas kelompok, mereka malah pesta durian gitu, salah satu temen kelompok gue ada yang punya kebun durian dan dia lagi panen raya, jadinya bawain buat kita-kita yang kerja kelompok. Setelah melahap durian kira-kira sampe kenyang (ini mah gak kira-kira), gue memutuskan pamit untuk pulang (SMP = Setelah Makan Pulang), karena pacar gue minta ditemenin pergi ke rumah temennya dan sekalian undangan nikahan temennya. Tanpa basa-basi pun langsung jemput doi dan pergi ke rumah temennya. Ternyata doi ada ikut arisan gitu, dan pas di rumah temennya gue lagi-lagi makan mie tiaw goreng dengan geratis.

Setelah arisan, kita langsung pergi undangan dan di sana, gue lagi-lagi dan lagi makan roti cane, kalo undangan nggak makan gak enak sama tuan rumahnya (alasan/modus kelasik para pencari geratisan). Gue pikir sehabis undangan bakalan pulang, eh ternyata oh ternyata, ada semacam bisikan dari malaikat di telinga gue "Si Citra ulang tahun dan dia ngajak makan di restoran A" dengan tanpa sadar menitikkan air mata dan terharu mendengar bisikan tersebut. Alhasil kita semua pun pergi ke pesta ulang tahunnya citra di restoran A tadi, di sana gue makan dengan sangat santai, karena perut udah mulai terasa sesak dan penuh. Tapi tetep aja moment geratis di tanggal yang lumayan cantik ini gak akan pernah terlupakan seumur hidup gue dan bakalan gue ceritain dengan anak gue ntar. Oke ini Lebay !

Entah apa hubungannya tanggal 13 yang dianggap sial itu malah jadi tanggal keberuntungan gue kemarin dengan mendapatkan hampir semua geratisan di tanggal tersebut, apakah ini akan terulang di tanggal 13 bulan-bulan yang akan datang ? SEMOGA SAJA YA HIHIHIHII~


~Salam #MG #ANAKKOST #GERATIS #MAHASISWA ~
^^
Share:

Wednesday, December 26, 2012

Ancaman Sidang Skripsi

Hey guys, apa kabarnya ? Sehat ? Alhamdulillah, Apa ? Masih belum bisa move on ? KASIAN ~ :P

Sebelumnya mau ngucapin Selamat Natal bagi kalian yang merayakannya dan Selamat Tahun Baru 2013 yaa, semoga semua resolusi yang gak kesampaian di tahun 2012 bisa tercapai di 2013 *AMIIIN*. Bagi yang belum bisa move on, ayo silahkan dicoba move on di tahun depan, kali aja berhasil kan, semoga bisa cepat move on yah mblo ~ :P

Share:

Tuesday, December 25, 2012

Apalah Arti Sebuah Nama ?

Haloo teman-teman semua, abis nonton Habibi dan Ainun nih, film yang sangat menginspirasikan bagaimana Bapak BJ Habibie mencintai Ibu Hasri Ainun Habibie dengan sangat tulus dan penuh pengorbanan sampai pada akhirnya kecintaan Beliau dibawa Ibu Ainun sampai ke kuburnya. Pokoknya kalian musti nonton deh ini filmnya, keren abis soalnya dan mengharukan bangeet endingnya, sukurnya gue gak nangis tadi ^^ udah gede sih ~

Sebenernya gue posting gak ada hubungannya dengan yang di atas sih, gue mau cerita tentang "Apalah Arti Sebuah Nama ?" 
Share:

Saturday, August 4, 2012

It's Levitation Time

Assalamualaikum semuanya *lagi pake peci sama sarung*
Bagaimana puasanya siang ini ? Haus dan Lapar ya ? SAMAA !! 
Ini pontianak mana lagi panas-panasnya menyinarkan mentari, gak ada ujan juga -_____-
Udahan ah, Semangat ya puasanya bagi yang melaksanakan, semoga puasa kita diterima Allah SWT :D
     Kali ini saya mau nge-share sesuatu yang belum pernah saya share sebelumnya di sini, biasanyakan kalo fotografi saya seringnya melakukan Light Painting, nah kali ini saya mencoba sesuatu yang berbeda dengan melakukan LEVITASI/LEVITATION. Levitasi itu artinya simple, yaitu melawan gravitasi, namun melakukannya tidak segampang maksud dan maknanya loh, banyak aspek diperhitungkan dalam melakukan levitation photography ini. Selain perlu kamera yang canggih, yang minimal bisa ngatur shutter speed nya deh, kalo kamera udah bisa ngatur shutter speednya baru deh bisa levitasi. Timing pengambilan gambar inilah yang menjadi tantangan buat potograper, pengambilan gambarnya salah ya gak akan jadi deh levitasinya, yang ada malah modelnya ngomel-ngomel loncat-loncat terus Ha Ha Ha.

        Jujur saya juga gak paham banget sih sama ni levitasi, soalnya dari 10 kali foto paling cuma 3 foto yang jadi, udah bener-bener ngambilnya eehh ada aja gagalnya #seringdigeplakmodel. Saya juga pertama kali liat levitasi itu dari situsnya Natsumi Hayasi (Link) Doi ini orang jepang, dan hasil levitasinya keren-keren. Nah dari situ lah saya belajar gimana levitasi itu, masih belum mahir dan masih perlu banyak belajar deh.

Skip aja ceritanya, saya mau liatin sedikit hasil karya saya dalam levitasi ini (sedikit foto bukan pelit, tapi memang yang jadi cuma sedikit -___-)

LEVITATION




Mungkin banyak pertanyaan kenapa setiap saya foto, pasti si @efnumu jadi modelnya, gak gak kok, kita gak homo, setidaknya saya masih normal tulen, boleh cek kalo gak percaya. Kita kumpul selalu malem, jadinya gak ada orang lain yang bisa di jadiin model, makanya @efnumu selalu jadi model foto saya, jadi jangan kira kalo kita ini homo ya Ha Ha Ha.


FAIL !!







Nah yang di atas ini edisi failnya, telat dikit mencet tombol fotonya gak akan dapat hasil levitasinya, dan saya malah banyak salah pencetnya ketimbang berhasilnya Ha Ha Ha namanya juga pemula alias Nubie.

Sekian dulu postingan saya, ntar kita ketemu di postingan levitasi yang lain ya..Bye Bye
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan, Semangat puasanya, semangat ngeBLOGnya yaa. Happy Fasting Guys !! ^^
Share:

Saturday, July 7, 2012

HOLIDAY !! RANDAYAN ISLAND !!

Ehm..Ehm..mau mulai dari mana yakk..bingung saya..maklum udah hampir 4 bulanan gak ada nulis sama sekali ini. Malas, sibuk kuliah juga salah satu faktornya daaannnn Gak ada ide juga merupakan faktor utama Ha Ha Ha. 

Mau cerita apa ya saya ? *MikirKerasSakingKerasnyaSampaiLupa*
Oh iya, cerita tentang liburan aja deh, 1 bulanan yang lalu. saya @gilaanggR dan temen-temen saya termasuk @efnumu @bisma_hahaha @urayyprayudha @baehakiusman322 @yudikatip @SunaRrrrr dan 4 orang lainnya pergi ke suatu pulau yang masih dalam lingkungan Kalimantan Barat, namanya Pulau Randayan. Pulau ini terletak kurang lebih 132 km dari kota singkawang, penyebrangan pun dilakukan menggunakan kapal kelotok (kapal motor nelayan), ada 3 titik penyebrangan dari Pulau Kalimantan yang saya ketahui, yaitu dari daerah Sungai Raya, Teluk Suak dan Pantai Samudera Indah. Saya dan temen-temen pergi lewat teluk suak, karena informasi yang kita dapet nyebrang dari situ itu MURAH ! Saya tegaskan sekali lagi MURAH !! (Sengaja diulang biar pada percaya).

Tips Pertama : Jangan segan bertanya pada penduduk sekitar dimana alat transportasi murah meriah tapi aman, namanya juga backpacker sejati harus lihai memanfaatkan momen-momen seperti ini.

Dengan ongkos 25 ribu rupiah kami 10 orang pun pergi menuju Pulau Randayan ini dengan bekal 1 Dus Indomie, 1 lusin Air Putih 1,5 Liter APUA*  dan 1 dus Air Putih Gelas APUA* (*Nama disamarkan).
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam menggunakan kapal, kami pun tiba disana pukul 13.30 WIB, awalnya pas perjalanan terasa capek banget, tetapi perasaan itu pun hilang ketika melihat pulau dan air lautnya yang sangat jernih, sehingga terumbu karangnya terlihat jelas.

Ketika sampai kami disambut dengan berita gak enak bahwa semua kamar telah dipesan, akhirnya kita semua mikir gimana tidur ntar malem ini kalo begini ceritanya, tapi sukur aja waktu kami berangkat pas dengan waktunya para dosen dan staf kampus kita liburan dan outbound disana, jadinya kita diperbolehkan nginep di teras-teras ataupun lantai bawah kamar dosen tersebut.

 Tips Kedua : Jiwa Mahasiswa dan Mental Gratisan juga harus digunakan saat genting seperti ini, jangan malu dan segan untuk menumpang sama dosen, serta pasang aja muka melas gak karuan, pasti dosen ataupun orang bersangkutan akan kasian dan alhasil dapat tempat untuk tidur secara Cuma-cuma.

 Setelah aman dengan masalah tidur dimana ntar malem, kami semua langsung ganti pakaian dengan baju kaos dan celana pendek, untuk siap-siap berenang dan mengitari pulau, karena pulau ini kecil, kita hanya butuh waktu 30 menit untuk mutarin pulau. Pemandangan setiap sudut pulau ini sangat indah, ombaknya pun bisa dibilang lumayan besar. Kebetulannya lagi, kita datengnya pas dengan liburan para dosen, jadinya ada tim sar yang ikut juga ngejagain mereka termasuk Direktur kampus kami, jadi kami semua dipinjemin pelampungnya tim sar yang warnanya oren-oren itu secara Cuma-Cuma dan kalo nyewa itu harganya 25 Ribuan kalo gak salah, jadinya yang gak bisa berenang seperti saya ini aman-aman aja main di lautnya. Entah kenapa susah banget belajar berenangnya, slalu aja tenggelam -___-

Tips ketiga : Selalu manfaatkan momen-momen geratisan yang ada disekitar kalian, gak selamanya momen-momen ini ada, jadi juga harus jeli dalam memanfaatkan situasi seperti ini, kalo bisa geratis ngapain nyewa :p

Setelah hampir 3 jam berenang, gak kerasa udah malem aja nih disini, setelah mandi dan bilas saya dan teman-teman menuju ke atas bukit pulau ini untuk mencari kayu bakar. Namanya juga backpacker, kita harus masak dari api unggun, dan menu malam ini INDOMIE REBUS yang dimasak secara alami, dan dimakan menggunakan garpu alami, dari ranting pohon. Hebatnya lagi 1 Dus Indomi tersebut habis dalam waktu 1 malam itu, kalo dirata-rata 1 orang makan 4 bungkus indomi. Tapi ini tetap aja buat laper, yah indonesia kalo gak makan nasi pasti gak kenyang He He He. Setelah makan indomi, kita turun bukit dan ketemu pak Direktur dan Beliau berkata perkataan seakan surga bangettt,  kira-kira begini :

D    : Direktur
MG : Mahasiswa Gratisan

D     : Kalian udah pada makan ya ?
MG  : Udah kok pak, baru aja masak indomi *Senyum Biasa*
D    : Oh, kalo kalian masih laper, tuh disana banyak makanan, kami baru aja bakar kambing disana.
MG  : Makasih yaa paak, nanti kami kesana, *Senyum Setan Beringas dengan Liur Menetes*

Tips Keempat : Jangan malu-malu dengan keadaan seperti ini, jangan tunjukkan jiwa MG sejati kalian dan  jangan juga beringas seperti orang yang udah beberapa hari gak makan, tata krama dan sopan santun juga dijaga. Pada waktu dipersilahkan baru ambil tuh daging kambing, tapi jangan dikit, ambil agak banyak setelah itu menjauh dari keramaian, dan hajaaaarr tuh daging sampe gak bersisa.

Besoknya kami langsung pulang karena lagi-lagi kami ingin sesuatu yang berbau geratisan dengan menumpang kapal rombongan Kampus POLNEP ini. Pukul 08.00 kami berangkat dari Pulau Randayan, oh iya sebelumnya kami dapat makan geratis lagi. Lgi-lagi Pak Direktur seperti malaikat yang memberikan cahayanya ditengah kegelapan, namun sayang saking asiknya foto-foto disekitar pulau saya jadi tidak menyadarinya, alhasil gak makan dehh, sampe rumah baru makan #ngenes #gagalMG.

Tanpa Foto mungkin cerita ini hanyalah HOAX belaka, yaudah deh saya tampilkan beberapa foto yang saya anggap bagus aja yaa :D

POTRAITS OF THE RANDAYAN ISLAND





































PLAYS WITH WATER !! :D









 THIS IS HOW WE COOK THE NOODLES GUYS !! :D















That's all guys, ini kalo diceritain semua bakalan bersambung kayak sinetron cinta fitrah sampe season shippuden-nya narutong ntar. Semoga cerita saya ini dapat menghibur dan tips yang saya berikan dapat berguna bagi kalian semua ya, jangan mempraktekkan tips di atas tanpa dampingan orang tua dan harus 17 tahun ke atas :p

See you later guys...See you Next Holiday my Friend !!!! 

Share: